quran suci (terjemah & tafsir) — indonesian translation ... dari makkah. mengapa nabi suci...

Download Quran Suci (Terjemah & Tafsir) — Indonesian Translation ... dari Makkah. Mengapa Nabi Suci harus menunggu

If you can't read please download the document

Post on 30-Aug-2020

0 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • ww w.

    aa iil

    .or g

    www.aaiil.org

  • ISBN : 979-97640-7-6 Judul asli : The ��l�� �u�a����l�� �u�a�� Pe��ulis : Maula��a Muhammad Ali Pe��te�jemah : �.M. Bach�un Edit�� : Tim Edit�� Desig�� La���ut : E�wa�� �amda��i

    Cetaka�� Pe�tama : 1979 Cetaka�� ke Duabelas : 2006

    Dite�bitka�� �leh: Darul Kutubil Islamiyah Jl. Kesehata�� IX N�. 12 Jaka�ta Pusat 10160 Telp. 021-3844111

    e-mail: Da�kuti@gmail.c�m Website: I��d���esia I��te���asi���al - www.aaiil.��g/i��d���esia - www.muslim.��g - www.studiislam.w��dp�ess.c�m - www.aaiil.��g - www.ahmadi��ah.��g

    ww w.

    aa iil

    .or g

  • SURAT 8 AL-ANFÂL : DANA SUKARELA

    (Diturunkan di Madinah, 10 ruku’, 75 ayat)

    Oleh karena Surat ini membahas Perang Badar, perang permulaan yang di- lakukan oleh kaum Muslimin, Surat ini dinamakan Al-Anfâl, makna aslinya dana sukarela, walaupun kata anfâl berarti pula harta yang diperoleh dalam pertempur- an, yang lazim disebut rampasan perang. Akan tetapi di sini, kami pilih maknanya yang asli. Perang harus dijalankan, tetapi pada saat itu Pemerintah Islam tak mem- punyai biaya, tak mempunyai senjata dan tak mempunyai tentara. Oleh karena itu, diperlukan dana sukarela, bukan untuk perang kali ini saja, melainkan untuk segala pertempuran yang akan dilakukan seterusnya oleh kaum Muslimin. Ayat permula- an Surat ini memperkuat makna yang kami pilih, karena dalam ayat-ayat ini kita diberitahu agar kaum Muslimin mempersiapkan diri untuk berperang.

    Surat ini diawali dengan uraian tentang persiapan perang, antara lain be- rupa dana sukarela, membereskan segala pertentangan intern, berendah hati di hadapan Allah. Akhir ruku�� pertama dan seluruh ruku�� kedua membahas perangAllah. Akhir ruku�� pertama dan seluruh ruku�� kedua membahas perang. Akhir ruku�� pertama dan seluruh ruku�� kedua membahas perang Badar. Ruku�� ketiga menunjukkan jalan ke arah kemenangan, yang intinya berupa ketabahan hati dalam menghadapi keadaan genting. Ruku�� keempat menyebutkan kemenangan yang gilang-gemilang. Setelah menguraikan rencana musuh terhadap Nabi Suci, ruku�� ini menerangkan bahwa kaum Muslimin akan dijadikan penjaga Masjid Suci di Makkah, dan kaum kafir tak boleh masuk lagi ke sana. Ruku’ ke- lima menyebutkan besarnya nilai kemenangan perang Badar sebagai tanda bukti kebenaran Nabi Suci. Ditinjau dari jumlah pasukan, jumlah kaum Muslimin hanya sepertiga dari pasukan musuh, sedang keterampilan pasukan, yang sebagian besar terdiri dari orang tua dan pemuda belia dan tak berpengalaman, tidak berarti apa- apa jika dibandingkan dengan pasukan kaum kafir Makkah yang kuat dan perkasa. Ruku�� keenam menerangkan bahwa kemenangan bukanlah tergantung pada jumlah pasukan dan senjata; ruku�� ketujuh menerangkan lebih lanjut bahwa pertempuran itu benar-benar melemahkan kekuatan musuh, yang diisyaratkan dengan usaha pa- ra kabilah Arab untuk mengadakan perjanjian perdamaian dengan kaum Muslimin, tetapi di belakang hari mereka melanggar perjanjian itu. Ruku�� kedelapan memberi petunjuk kepada kaum Muslimin agar selalu siaga dengan memberi pukulan dan bersenjata lengkap, karena harapan mereka untuk menjamin keamanan hanyalah dengan kekuatan dan kesiap-siagaan. Ruku�� kesembilan memberitahukan kepada kaum Muslimin, bahwa mereka akan berperang menghadapi kekuatan musuh yang

    ww w.

    aa iil

    .or g

    ww w.

    aa iil

    .or g

  • 519Surat 8

    jumlahnya bahkan lipat sepuluh daripada kekuatan mereka, dengan demikian me- reka diperingatkan agar selalu siaga untuk menghadapi pasukan yang besar. Ruku�� terakhir menjelaskan sampai seberapa jauh bantuan harus diberikan kepada kaum Muslimin yang masih tinggal bersama saudaranya yang masih musyrik, dengan meletakkan tekanan pada sucinya perjanjian yang telah dibuat, sekalipun dengan kabilah kafir.

    Perang Badar, yang dalam Surat ini dijadikan topik utama, acapkali disebut Furqân atau Pemisah, dan ini disebutkan pula dalam Surat ketiga. Menurut urutan sejarah, seharusnya Surat ini ditempatkan sesudah Surat kedua, tetapi oleh karena Surat ini mempunyai sifat yang khas, yaitu memberi kesaksian tentang kebenaran Nabi Suci, maka sudah selayaknya Surat ini ditempatkan sesudah membicarakan masalah kenabian secara panjang lebar dalam Surat sebelumnya; dengan demikian, memberi gambaran yang lengkap tentang diri Nabi Suci, tentang kekalahan yang menimpa orang-orang yang memusuhi Nabi Suci, sebagaimana diuraikan dalam Surat sebelum ini.

    Tak sangsi lagi bahwa sebagian besar Surat ini diturunkan tak lama sebelum atau sesudah perang Badar, yaitu dalam tahun Hijriah kedua; tetapi beberapa ayat pada akhir ruku�� ketujuh dan kedelapan, yang memuat uraian tentang pelanggar- an perjanjian oleh kaum kafir, ini tak sangsi lagi diturunkan menjelang takluknya kota Makkah, atau tak lama sesudah itu, karena, pelanggaran perjanjian ini menye- butkan adanya pembebasan, yang diuraikan dalam Surat berikutnya. Ayat 30-35 yang oleh sebagian mufassir disangka diturunkan di Makkah, ini sebenarnya hanya menguraikan sejarah zaman dahulu, sekedar untuk membangkitkan keberanian kaum Muslimin yang sedang menghadapi kesulitan-kesulitan baru.[]

    ww w.

    aa iil

    .or g

    ww w.

    aa iil

    .or g

  • 520 Juz IXAl-Anfal

    Ruku’ 1 Dana sukarela

    Dengan nama Allah, �ang Maha-pe-Allah, �ang Maha-pe-, �ang Maha-pe- murah, �ang Maha-pengasih.

    Mereka bertanya kepada engkau tentang dana sukarela. Katakanlah: Dan sukarela itu untuk Allah danAllah dan dan Utusan.979 Maka bertaqwalah kepada Allah dan damaikanlah perselisihan di dan damaikanlah perselisihan di antara kamu, dan taatlah kepada AllahAllah dan Utusan-Nya, jika kamu mukmin.

    Orang-orang mukmin ialah orang yang apabila disebut nama Allah, hatiAllah, hati, hati mereka gemetar, dan apabila diba- cakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, iman mereka bertambah, dan mereka bertawakal kepada Tuhan mereka.

    979 Nafl, jamaknya nawâfil, artinya perbuatan yang dikerjakan secara sukarela, seperti shalat sunnah; dan nafal yang jamaknya anfâl, artinya tambahan dari apa yang menjadi haknya, atau dana sukarela atau rampasan perang. Para mufassir berlainan pendapatnya tentang apa yang dimaksud anfâl di sini. Adapun pendapat yang paling disepakati ialah, anfâl di sini artinya harta yang diperoleh dalam pertempuran, jadi sama artinya dengan ghanimah. Akan tetapi peraturan pembagian harta yang diperoleh dari pertempuran yang disebut ghanimah, ini di- uraikan dalam ayat 41. Menurut R, anfâl berarti harta yang diperoleh tanpa usaha untuk memper-olehnya, dan atas dasar ini, sebagian mufassir mengartikan anfâl sebagai harta yang diperoleh pada waktu perang, sedangkan sebenarnya tidak terjadi perang; tetapi istilah yang sebenarnya untuk ini ialah fai; untuk jelasnya li- hatlah 59:7. Oleh karena semua harta yang diperoleh pada waktu perang digunakan istilah ghanimah, atau fai’, maka kata anfâl kami ambil makna aslinya, yakni dana sukarela yang digunakan untuk kepentingan Islam, karena dana sukarela semacam ini amatlah diperlukan pada waktu agama Islam dalam keadaan bahaya. Tak ada perang yang dapat dibenarkan, kecuali perang yang dibiayai dengan dana sukarela oleh mereka yang sedang dalam keadaan bahaya, yaitu perang yang dilakukan un- tuk membela diri. Adapun perang yang dibiayai dari hasil pinjaman, yang akhirnya akan memberatkan beban rakyat, ini adalah perangnya kaum kapitalis yang berten- tangan dengan kepentingan rakyat.

    1.

    2.

    ww w.

    aa iil

    .or g

    ww w.

    aa iil

    .or g

  • 521Surat 8 Dana sukarela

    (Demikian pula) orang yang me- negakkan shalat dan membelanjakan sebagian dari apa yang Kami berikanberikan kepada mereka.

    Itulah orang yang beriman kepada kebenaran. Mereka memperoleh de- rajat yang tinggi di sisi Tuhan mereka, dan pengampunan dan rezeki yang mulia.

    Sebagaimana Tuhan dikau menge- luarkan engkau dari rumah engkau dengan kebenaran, walaupun sesung- guhnya sebagian kaum mukmin tak suka.980

    980 Hal ihwal perang Badar, banyak disalahmengertikan, bahkan oleh kalangan kaum Muslimin sendiri. Pendapat kaum Nasrani tentang hal ini disim- pulkan dalam tafsir tuan Palmer: “Kejadian yang diisyaratkan di sini ialah tatkala Muhammad bersiap-siap untuk menyerang kafilah yang tak bersenjata yang sedang dalam perjalanan pulang dari Syria menuju Makkah. Pada waktu itu Abu Sufyan, yang ditugaskan memimpin kafilah, mengirim berita ke Makkah , lalu mendapat bala bantuan lebih kurang seribu orang; kebanyakan para pengikut Muhammad hanya ingin menyerang kafilah itu saja, tetapi Nabi dan pengikutnya yang terdekat bersepakat untuk menyerbu bala-bantuan”.

    Jika seluruh peristiwa yang disebutkan di sini diuraikan secara terpisah, memanglah benar, tetapi mereka keliru dalam menghubungkan peristiwa itu satu sama lain. Memang benar bahwa suatu kafilah sedang dalam perjalanan pulang dari Syria, dan suatu pasukan sedang bergerak dari Makkah; dan benar pula sebagian kaum Muslimin menghendaki menyerang kafilah itu saja dan tak ingin bertempur melawan tentara Makkah. Kota Madinah terletak tiga belas hari perjalanan dari Makkah, maka dari itu jika terlintas dalam pikiran Nabi Suci untuk merampok kafilah, niscaya beliau dapat melakukan itu sebelum Abu Sufyan memperoleh bala- bantuan, yan

Recommended

View more >